WAC12 + WAC13 + WAC14 + WAC15: Coffee Faith x Ölü Körpē (2018); Coffee Faith x Detroak (2018); 4 Way Split (2018); Bulog (2018)

Bertepatan dengan hari raya bagi penggemar rilisan fisik, Record Store Day 2018, kami akan merilis empat sekaligus rilisan dari beberapa musisi lintas kabupaten, kota, bahkan negara. Rilisan tersebut berupa tiga rilisan split dan satu rilisan kolaborasi.

Di era digital sekarang ini memang memudahkan kita untuk saling berjejaring walaupun berada jauh di seberang sana. Hal ini lah yang dimanfaatkan oleh beberapa musisi untuk melakukan kolaborasi. Coffee Faith misalnya, unit drone dari Jogja ini sangat produktif dalam hal berjejaring. Hasilnya pun tak main-main, selain memudahkan dalam melakukan tour dan menambah referensi bermusik, dia sangat produktif mengeluarkan rilisan fisik baik berbentuk split ataupun kolaborasi dengan beberapa musisi dari beberapa daerah di dalam ataupun luar negeri. Tidak kurang ada 20 rilisan fisik baik dalam format CD dan kaset yang sudah ditelurkannya. Ditambah pada Record Store Day 2018 ini, menambah 4 rilisan format CD sehingga pundi-pundi rilisannya menjadi 24 rilisan fisik. Lalu untuk apa merilis rilisan fisik sebanyak itu? Rio, orang di belakang Coffee Faith, mengatakan selain sebagai portofolio, rilisan fisik juga penting baginya untuk sebuah arsip. Ya, sebuah arsip yang sering kali dikesampingkan oleh beberapa musisi. Padahal lewat arsip, dalam hal ini sebuah rilisan fisik, bisa dijadikan sebuah track record perjalanan seorang musisi/band pada suatu masa. Selain itu rilisan fisik juga bisa dijadikan bom waktu yang entah beberapa tahun kedepan menjadi tempat bernostalgia yang menyenangkan. Rasa-rasanya memang kurang afdol jika seorang musisi/band tidak mengeluarkan rilisan fisik. Karena lewat rilisan fisik, musik terekam dan tak pernah mati.

Untuk rilisan split, Coffee Faith menggandeng Detroak dan Ölü Körpe. Sebelumnya kami pernah merilis EP Detroak bertajuk 583. Untuk Ölü Körpe sendiri, “Travel” dan “Vol2: Mira, la bruja no esta quemada” menjadi penanda awal perkenalan kami. Selain itu ada juga Theo Nugraha dari Samarinda, Lush Death dari Filipina, dan Mampos dari Malaysia yang dikemas dalam satu rilisan bertajuk 4 Way Split. Sedangkan untuk kolaborasi, Coffee Faith menanggalkan nama panggungnya dan menggunakan nama Rio, untuk berkolaborasi dengan Gilang Damar, Johanes Handjono, dan Ian Pramana. Gilang Damar sendiri aktif di proyek noisenya Tsataan dan ASU(USA). Sementara Johanes dan Ian tergabung dalam unit improvisasi Sambernyawa yang belum lama ini menelurkan rilisan bertajuk Penangkap Jiwa.

Keempat rilisan ini dicetak secara terbatas oleh 10pm Project dan bisa didapatkan secara cuma-cuma di acara Record Store Jogja 2018.

Coffee Faith x  Ölü Körpe
download

Coffee Faith x Detroak
download

4 Way Split
download

Bulog
download

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s